Aku berteriak karena amarah Entah pada siapa Tiada yang mendengar dan menoleh Aku berteriak lebih keras Entah mengapa Tersadar bahwa tiada yang menengok Aku menetap sekitar tiada yang berubah Aku termenung tiada yang terganti Dengan perih aku menyadar alam hatiku Tiada yang terubah dengan amarah Tiada yang terbangkit karena kesedihan Tiada yang terjual karena air mata Tiada yang tergantikan dengan jiwa Lucu sehingga ku tertawa Sedih sehingga ku tersenyum sinis Geli sehingga ku tersadar Semua berubah tiada yang kekal